SUARA INDONESIA
Banner

Peringati Hari Tari, DPC PDI Perjuangan Tuban Gelar Pentas Seni Tari

TUBAN - Peringatan hari tari sedunia, DPC PDI Perjuangan Tuban, menggelar Pentas Seni Tari di Taman Sleko Tuban. Beberapa penari di Tuban ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Wakil Kepala Bidang Kebudayaan, DPC PDI Perjuangan Tuban, Ita Hariyanti mengungkapkan, acara ini dilakukan dalam rangka Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap tanggal 29 April. Kegiatan ini juga merupakan komitmen dari partai DPC PDI Perjuangan Tuban.

"Ibu megawati menginstruksikan bahwa DPC disetiap daerah itu harus ada Badan Kebudayaan Nasional (BKN). Sedangkan BKN ini merupakan badan untuk melestarikan, menggali, seni, tradisi budaya dan juga situs yang ada didaerah masing - masing," ungkap Ita Hariyanti kepada suaraindonesia.co.id, saat ditemui di Taman Sleko. Jum'at, (30/04/2021).

Lanjut dia, BKN ini baru berdiri bulan November tahun 2020. Menurutnya, program ini dibuat sebuah rumah budaya yang kemungkinan nanti bisa menurun ditiap daerah. Dan Kabupaten Tuban sudah ada Rumah Budaya Naranta, yang mana juga sebagai bagian dari BKN DPC PDI Perjuangan.

"Ada 11 penari dengan 7 tarian berbeda, ada tari kreasi, tari tradisional khas Tuban maupun Jawa Timur. Kegiatan ini akan masuk program kerja tahunan BKN itu sendiri, karena BKN juga baru untuk programnya belum jalan sepenuhnya," ucapnya.

Ita sapaan akrabnya juga mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah awal, dan kedepan akan dipersipkan lebih matang dan lebih meriah, karena untuk saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19.

"Harapan kami dengan adanya kegiatan ini masyarakat akan lebih mengenal tari, lalu generasi mudanya juga punya wadah untuk mengekspresikan diri," terang dia.

Perempuan yang juga sebagai ketua BKN ini menerangkan, DPC PDIP Tuban akan mengadakan sanggar seni dikantor DPC PDIP di jalan Teuku Umar Tuban.

"Disitu kami ingin mengajarkan kepada generasi muda, generasi penerus, memperkenalkan tari lebih jauh, mengenal tradisi atau seni lebih jauh serta dilakukan kemungkinan gratis," terang Ita.

Ditempat yang sama, perwakilan penari asal SMA Negeri 3 Tuban, Muhammad Jhony Fonsen mengaku, sebagai penari dirinya ikut berpartisipasi dalam memperingati Hari Tari Sedunia ini. 

"Hari ini kita ada 3 (tiga) orang menarikan Tari Ksatria, sebenernya kita satu tim ada 5 (lima) orang, namun yang lain berhalangan hadir," ucap Jhony. 

Saat disinggung penari laki-laki di Tuban sangat minim, menurutnya laki-laki sebagai penari tidak perlu malu.

 "Kalau kita berpotensi dan bisa ya mengekspresikan diri yang kita bisa," bebernya.

Jonet sapaan akrabnya juga menambahkan, laki-laki penari tidak bisa dikatakan feminim, karena menurut dia tidak semua genre tari seperti itu.

"Sebagai penari laki-laki juga ada yang gerakannya gagah. Jadi yang punya potensi meskipun lelaki juga bisa, yang penting dia punya niatan untuk belajar terlebih untuk melestarikan budaya," pungkasnya. (Diah/Nang). 

Apa Reaksi Anda?