SUARA INDONESIA
Banner

40 Cluster Keluarga Sudah Terlahir di Kutim, Ratusan Positif Covid-19

KUTAI TIMUR - Peningkatan secara signifikan kasus positif Covid-19 terutama munculnya cluster keluarga tak dibarengi dengan pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap pelaksanaan protokol kesehatan, sehingga ratusan pasien Covid-19 terlahir dan peningkatan jumlah cluster keluarga menjadi 40 cluster.

Peningkatan cluster keluarga ini selain diduga dampak dari pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, juga disebabkan oleh ketidak patuhan warga sendiri yang masih mengabaikan pelaksanaan protokol kesehatan.

Hal tersebut diutarakan langsung Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Kutim, Yusuf, saat ditemui seusai pelaksanaan operasi yustisi yang menyasar berbagai THM, cafe dan tempat-tempat tongkrongan di Kutim. Sabtu (03/10/2020) Malam.

"40 cluster keluarga, ratusan positif Covid-19. Sampai saat ini Dinkes masih terus bekerja keras dalam menangani permasalahan ini," ucapnya.

Menurut Yusuf, kemungkinan peningkatan kasus Covid-19 di Kutim juga masih terbuka melihat dalam operasi yustisi yang dilaksanakan bersama TNI/Polri juga stakeholder terkait menemukan banyaknya warga yang berkerumun dan berkumpul tanpa menggunakan masker serta tidak melaksanakan physical distancing. Seperti yang diketemukan di salah satu coffee shop di jalan Soekarno Hatta, dimana banyak pengunjungnya yang didapati tidak memakai masker dan tidak mengindahkan jaga jarak aman yang telah disosialisasikan.

Hal serupa, imbuh Yusuf juga ditemukan di berbagai THM yang disasar dalam operasi yustisi, dimana para pekerja THM memakai masker hanya saat mengetahui dikunjungi oleh petugas.

"Pakai masker dan jaga jarak itu dilaksanakan, jangan ketika hanya kami melaksanakan operasi. Tapi lakukan atas kesadaran diri untuk menjaga kesehatan.. enyayangi diri sendiri dan keluarga, dan juga kesadaran untuk bersama Pemerintah memerangi dan menekan angka penyebaran Covid-19," himbaunya.

Dikonfirmasi terpisah, Kadinkes Kutim Bahrani dalam konfirmasinya melalui social media whats app kepada awak suaraindonesia.co.id membenarkan bahwa sekira 115 pasien positif Covid-19 di Kutim berasal dari 40 cluster keluarga yang sudah terbentuk.

Dirinya juga menyampaikan bahwa sebelumnya, untuk mencegah adanya transmisi lokal dari pasien positif Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah, Dinkes Kutim juga mengusulkan adanya rumah karantina namun kandas di tangan Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 yang menegaskan bahwa rumah karantina hanya di RSUD Kudungga.

"Kami memang pernah mengusulkan rumah isolasi, tapi waktu itu gugus covid memutuskan bahwa rumah isolasi adalah RSU Kudungga, dengan alasan keterbatasan tenaga kesehatan," tutupnya.

Apa Reaksi Anda?