SUARA INDONESIA TUBAN

Cerita Sukses Bisnis Miniatur Barang Antik di Tuban

Iwan Lutfi - 08 November 2021 | 19:11
Ekbis Cerita Sukses Bisnis Miniatur Barang Antik di Tuban
Agus Saiful sukses dalam bisnis miniatur barang antik, (Foto: Qoiyim/suaraindonesia.co.id).

TUBAN - Pengalaman adalah guru terbaik, pepatah ini menjadi motivasi bagi sejumlah pengusaha meraih kesuksesan. Seperti yang dirasakan oleh Agus Saiful pengrajin kuningan di Dusun Ngenul, Desa Grabagan, Kabupaten Tuban.

Berbekal keahlian yang diperolehnya saat masih bekerja di Gresik, Agus mencoba menekuni usaha pembuatan miniatur barang antik berbahan Kuningan yang bernilai seni tinggi.

Tak tanggung-tanggung kini usaha yang dirintisnya sejak 9 tahun yang lalu mampu merambah pasar internasional.

Bahkan dalam situasi pandemi, usaha yang digelutinya sama sekali tidak terdampak dan permintaan barang terus meningkat. 

Miniatur karakter tokoh wayang dan keris menjadi salah satu produk andalannya. Menurut Agus, dalam satu bulan mampu menjual hingga ratusan miniatur barang antik dengan omzet puluhan juta rupiah. 

"Satu bulan sekali kita kirim dengan jumlah sekitar 500 kodi dan yang sering dipesan bentuk adalah miniatur barang antik berbentuk semar dan keris," jelas Agus kepada suaraindonesia.co.id, Senin (8/11/2021).

Bermodalkan peralatan sederhana, seperti alat sablon, cetakan, alat plong, air keras dan juga lembaran kuningan sebagai material utama, pria 36 tahun itu dalam sehari bisa memproduksi 17 kodi miniatur barang antik berbagai jenis.


Agus membanderol produknya dengan harga sekitar Rp 17 ribu hingga Rp 50 ribu per satu kodi. Harga tersebut sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

Masih kata Agus, miniatur barang antik tersebut dipasarkan melalui relasinya yang ada di Surabaya untuk selanjutnya dipasarkan ke luar daerah hingga ke luar negeri

"Sistemnya saya jual ke teman yang ada di Surabaya, nanti dia yang jual lagi ke konsumennya yang ada di jogja, kalimantan, ada juga yang ke Brunei serta Malaysia," katanya.

Dalam proses pengerjaan, Agus hanya dibantu istrinya, mulai dari pembuatan pola, pemotongan hingga finishing.

Selain itu, melihat potensi pasar yang menjanjikan, Agus berencana mengembangkan keahliannya dengan memproduksi gantungan kunci dengan material berbahan dasar kuningan. 

"Rencananya, bikin gantungan kunci. Sebab ada beberapa konsumen yang pesan. Namun untuk saat ini belum, karena waktu dan tenaga yang terbatas," tutupnya. (yim/irq)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Iwan Lutfi
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya