default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Sumur Sibel Mengancam Keberlangsungan Hidup Masyarakat Singgahan

Sumur Sibel Mengancam Keberlangsungan Hidup Masyarakat Singgahan
Peristiwa Daerah
Warga Dusun Punten Desa Binangun Kecamatan Singgahan saat mengambil air di kali yang sudah mengering
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Tuban - Adanya banyak pompa air sibel atau Submersible sangat diresahkan masyarakat Dusun Punten Desa Binangun Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban semakin tercekik. Pasalnya selain membuat sumur warga kering, di musim kemarau ini masyarakat semakin kesulitan dan paceklik air bersih.

Sukartini (56), warga setempat mengatakan, sudah sekitar dua bulan sumur warga mengering dan tidak keluar air sama sekali, sehingga ia bersama tetangganya terpaksa mencari air dibawah lembah kali yang telah mengering dan jauh dari pemukiman warga.

"Sumur kami sudah lama mengering, dan kami terpaksa mengambil air di sungai ini," kata Kartini saat ditemui di kali tempatnya mengambil air. Senin, (01/07/2019).

Meskipun air sangat kotor dan keruh hingga berubah warna menjadi kecoklatan, mereka terpaksa mengambil dan memakainya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci baju, piring, hingga memberi minum ternak mereka. Sedangkan untuk masak dan minum, warga harus membeli air isi ulang.

"Mau gimana lagi, kami terpaksa pakai air kotor ini, karena sudah tidak ada air lain lagi," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Suntini (58), petani setempat, ia harus rela tidak bercocok tanam atau berhenti melakukan aktifitas pertaniannya, lantaran sulitnya mendapatkan air untuk pertanian mereka.

Disamping itu, banyaknya sumur sibel besar yang dibangun tanpa ijin dan tanpa koordinasi dengan masyarakat juga semakin memperburuk keadaan. Musim kemarau baru saja datang sekitar tiga bulan yang lalu, namun dampak kekeringan yang ditimbulkan sangat diresahkan warga.

"Tahun lalu tidak separah ini, karena banyak sumur sibel besar, sehingga sumur kami sekarang kering dan tidak lagi keluar airnya sama sekali," keluhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar kegiatan penyedotan air di sumur sibel besar itu dihentikan, agar kebutuhan pokok warga setempat dapat kembali seperti semula. Selain itu ia juga berharap kepada pemerintah agar segera diberikan bantuan air bersih untuk kelangsungan hidup mereka.

"Kami harap pemerintah segera menghentikan sibel itu, dan memohon bantuan air bersih untuk kebutuhan kami sehari-hari," pungkasnya.


Kontributor : Moh. Said
Editor : Junaidi Achmad
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar