default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Waspadai Jalur Alternatif Arus mudik Lebaran, Polsek Senori Giat Patroli Di Titik Rawan

Waspadai Jalur Alternatif Arus mudik Lebaran, Polsek Senori Giat Patroli Di Titik Rawan
Peristiwa Daerah
Salah seorang pemudik dari Jakarta menuju Bojonegoro yang kendaraannya mogok karena tidak mampu naik di Tanjakan Sigro Kecamatan Senori
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Tuban - Setiap tahun saat menjelang perayaan Idul Fitri, masyarakat selalu berbondong bondong menuju kampung halamannya masing-masing untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Agar bisa secepatnya sampai tujuan, pemudik biasanya lebih memilih jalur alternatif.

Namun bagi pengendara roda dua maupun roda empat diharap lebih hati-hati dan harus benar-benar dipastikan kondisi kendaraannya, apalagi jika jalur yang dilintasi banyak belokan dan juga tanjakan. Seperti tanjakan ekstrim yang ada di Dusun Jangur Desa Banyuurip Kacamatan Senori Kabupaten Tuban. Jumat, (31/05/2019)

Untuk itu, demi kelancaran dan kenyamanan para pemudik, Kapolsek Senori beserta anggota rutin melakukan patroli di beberapa titik rawan di jalur alternatif mudik yang ada di wilayah Kecamatan Senori. Meski bukan jalur utama pemudik, namun Kecamatan Senori memiliki akses jalan penghubung antar Kota dan Antar Provinsi.

Kapolsek Senori, AKP Musa Bakhtiar mengatakan, Kecamatan Senori merupakan jalur alternatif yang menghubungkan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Meliputi Tuban, Bojonegoro, Cepu, dan Blora. Apalagi di jalur Sigro, ada sekitar 700 meter jalan menanjak. Jika kendaraan tidak dalam kondisi yang prima, maka tidak akan mengalami kemacetan.

"Kami dari Polsek Senori Polres Tuban dalam rangka operasi ketupat Semeru 2019, kami melaksanakan kegiatan Patroli pada titik-titik kerawanan di jalur alternatif mudik yang ada di wilayah Kecamatan Senori. Terutama di jalur Sigro ini," ungkap Kapolsek.

Mantan Kapolsek Rengel itu menambahkan, untuk itu, pihaknya perlu melakukan pengawasan dan patroli rutin untuk membantu para pemudik apabila kendaraannya tidak mampu naik atau mengalami kendala dan terjadi mogok saat melintasi tanjakan dengan mengganjal ban, supaya tidak timbul kecelakaan. Selain itu, pihaknya juga akan terus melakukan patroli untuk menjaga masyarakat dan memberi kenyamanan para pemudik pada puncak arus mudik dan menjelang hari raya.

"Kami berharap para pemudik memastikan kendaraannya agar dicek dulu sebelum melakukan perjalanan. Kami juga menghimbau agar saat melintasi tanjakan menggunakan gigi satu atau gigi yang paling rendah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," terangnya.

Sementara itu, Ahmad Affandi (51), warga Desa Wonocolo Kabupaten Bojonegoro mengaku bahwa, ia beserta keluarga akan akan mudik dari Jakarta ke kampung halamannya. Namun saat melintasi tanjakan Sigro, kendaraanya tak sanggup naik dan mengalami mogok.

Apalagi sepanjang tanjakan tidak ada pagar pengaman. Beruntung ada beberapa anggota Polisi yang dengan sigap dan langsung menolongnya dengan mengganjal ban mobilnya menggunakan kayu agar tidak melorot.

"Jalur Sigro ini akses terdekat menuju ke kampung kami. Namun tanjakannya luar bisa. Mungkin mesin juga terlalu panas sehingga mobil tidak mampu naik. Tapi Alhamdulillah dan terima kasih kepada bapak polisi yang telah membantu kami. Sehingga kami dapat terselamatkan," pungkasnya.


Kontributor : Moh. Said
Editor : Junaidi Achmad
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar