default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Berlakukan Denda 10 Persen Bagi Mahasiswa Yang Telat Bayar, Kampus STITMA Tuban Di Demo

Berlakukan Denda 10 Persen Bagi Mahasiswa Yang Telat Bayar, Kampus STITMA Tuban Di Demo
Birokrasi
Puluhan mahasiswa STITMA Tuban saat menggelar aksi demo di halaman kampus
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

Tuban - Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Makdum Ibrahim (STITMA) Tuban menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat kampus setempat. Selasa, (09/04/2019).

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan manajemen kampus yang memberlakukan denda 10 persen dari total pembayaran bagi mahasiswa yang belum atau terlambat melunasi pembayaran uang semester sampai batas waktu yang telah ditentukan.

Dalam orasinya, puluhan mahasiswa tersebut menuntut agar pemberlakuan denda sebesar 10 persen dari total pembayaran itu dihapus oleh managemen kampus, karena kebijakan tersebut justru sangat memberatkan dan dirasa secara berlahan mencekik leher para penuntut ilmu.

"Kami bukan buruh, kami bukan boneka, kami disini belajar, kami adalah kaum intelektual. Kampus adalah tempat kami untuk menuntut ilmu, dan disini kami bukan bayar kreditan, tolak dan hapus denda 10 persen," ungkap salah satu orator saat aksi di depan gedung rektorat.

Koordinator aksi yang juga sebagai Sekjen BEM STITMA Tuban, Kurniawan mengungkapkan bahwa, ada empat poin dalam tuntutan yang ia sampaikan, meliputi regulasi peraturan kampus tentang kemahasiswaan, yang mana hingga saat ini masih banyak problem yang menjadi keresahan bagi mahasiswa dan hal tersebut sangat diperlukan adanya regulasi peraturan kampus yang jelas.

Selanjutnya, janji yang pernah disampaikan oleh birokrasi kampus kepada mahasiswa tentang adanya pertemuan tiga bulan sekali harus direalisasikan. Lalu mengenai penilaian dosen yang dirasa kurang efektif. Dan yang paling utama ialah penghapusan denda 10 persen dari total pembayaran persemester.

"Aksi turun jalan ini bertujuan untuk menyikapi kebijakan pihak kampus yang memberlakukan denda sebesar 10 persen bagi mahasiswa yang telat melakukan pembayaran, dan intinya kami menolak kebijakan itu," ungkap Kurniawan kepada awak media.

Usai melakukan aksi, beberapa perwakilan dari massa tersebut dilakukan mediasi oleh ketua kampus. Selanjutnya hasil audiensi membuahkan hasil yang positif, karena tuntutan para mahasiswa itu dikabulkan, dan pemberlakuan denda tersebut akhirnya dihapus.

"Aksi ini membuahkan hasil yang positif, dan dalam waktu dekat, birokrasi kampus akan melakukan audiensi yang melibatkan BEM, UKM, Hima Prodi, dan perwakilan mahasiswa," paparnya.

Sementara itu, Ketua Kampus STITMA Tuban, Akhmad Zaini mengatakan, pengadaan sanksi berupa denda sebesar 10 persen itu sebenarnya hanya dilakukan agar para mahasiswa dapat tertib dalam hal administrasi, apalagi saat ini pemerintah melakukan regulasi yang sangat ketat, jika sebuah kampus tidak dapat tertib dari segi administrasi, maka tidak menutup kemungkinan lembaga tersebut akan tutup.

"Kami sudah berikhtiar dengan berbagai macam cara, dengan memberlakukan denda itu sebenarnya hanya bertujuan agar mahasiswa tertib administrasi, dan hal ini sudah kami diskusikan bersama," terang ketua kampus.

Jika mahasiswa menolak dan merasa keberatan dengan adanya kebijakan tersebut, maka pihak kampus juga akan menghapusnya,  namun jika masih ada kendala dalam hal administrasi, maka konsekuensi yang harus diterima oleh mahasiswa ialah tidak dapat mengikuti ujian atau semester.

"Semuanya sudah clear dan tidak ada masalah, kami serta mahasiswa sudah sepakat untuk tertib administrasi. Namun jika masih ada kendala, tentu ada konsekuensi yang harus diterima oleh mahasiswa itu sendiri," pungkasnya.


Kontributor : Moh. Said
Editor : Junaidi Achmad
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar