Menteri KKP Tak Akan Berikan Ijin Reklamasi Kilang Tuban Jika Ganggu Perekonomian Nelayan

Menteri KKP Tak Akan Berikan Ijin Reklamasi Kilang Tuban Jika Ganggu Perekonomian Nelayan
Peristiwa Nasional
Menteri KKP, Adhy Prabowo saat door stop dengan awak media di Tuban

TUBAN - Pembangunan mega proyek Kilang Grass Root Refinery (GRR) yang berlokasi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak hanya menggunakan lahan pertanian produktif milik warga saja, namun juga bakal menguruk laut pantai utara Tuban seluas 200 hektare. 

Reklamasi laut seluas 200 hektare tersebut direncanakan bakal digunakan sebagai pelabuhan untuk pendukung operasional kilang minyak PT Pertamina dengan Rosneft asal Rusia. 

Lahan untuk pelabuhan yang akan dibangun di sekitar kawasan Desa Mentoso, Kecamatan Jenu yang saat ini digunakan oleh sandar kapal nelayan setempat tersebut dinilai bakal mengganggu aktivitas nelayan setempat. 

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo mengatakan, reklamasi laut tersebut akan digunakan sebagai pelabuhan untuk mendukung kinerja kilang minyak yang akan dikelola oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

"Reklamasi itu merupakan kepentingan nasional, tentang perminyakan, dan Pertamina adalah milik BUMN kita," terang Menteri KKP saat kunjung kerja di Tuban, Jawa Timur, Rabu, (08/07/2020). 

Pria yang juga sebagai kader Partai Gerindra ini menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ijin reklamasi apabila pembangunan pelabuhan kilang tersebut bakal mengganggu lingkungan dan aktivitas perekonomian masyarakat nelayan setempat. 

"Semangat pembangunan adalah nilai keekonomian, untuk apa ada menteri KKP kalau masyarakat nelayan tidak dipikirkan. Jangan berasumsi bahwa perekonomian masyarakat nelayan seolah-olah bakal diganggu," tegasnya. 

Pembangunan kilang minyak tersebut bukan untuk kepentingan kelompok atau golongan, akan tetapi demi kebutuhan energi nasional dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Sehingga apabila ada hambatan harus dicari jalan keluarnya.

"Perlu diingat, kita akan kawal terus proyek ini. Yang penting mana yang menghambat, kita harus cari jalan keluarnya," pungkasnya. 


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar