Perantau Asal Trenggalek Penerima BST Berbagi Cerita, Tak Mudik Karena Peduli dan Taati Aturan Pemerintah

Perantau Asal Trenggalek Penerima BST Berbagi Cerita, Tak Mudik Karena Peduli dan Taati Aturan Pemerintah
Birokrasi
Caption : Bupati Trenggalek saat melakukan Vidcon bersama para perantau

TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin berbagi kasih dengan para perantau asal Kabupaten Trenggalek yang tidak melakukan mudik dan telah menerima bantuan sosial tunai (BST).

Pada kesempatan tersebut para perantau juga berbagi kisah kepada Bupati tentang manfaat penggunaan bantuan yang telah di terimanya melalui video confrence (Vidcon) bertempat di ruang Smart Center, Selasa (19/5).

"Kami mengucapkan terimakasih atas tanggapan positif dari para perantau yang telah merasakan manfaat dari BST," kata Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai melaksanakan Vidcon. 

Gus Ipin juga berharap kepada penerima manfaat agar bantuan tersebut digunakan sebaik mungkin tentunya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden RI bantuan harus tersalurkan semua sebelum Hari Raya Idul Fitri. 

Untuk bantuan yang diberikan kepada perantau tersebut merupakan langkah inovasi dari Pemkab, jadi yang di usulkan ke Kementerian Sosial melalui Pemkab tidak hanya masyarakat yang berdomisili dan bermukim di Trenggalek.

"Tapi juga diusulkan bagi mereka yang berdomisili Trenggalek namun statusnya adalah perantau," tutur Gus Ipin. 

Pada kesempatan tersebut, Suhardi perantau asal Desa Semarum Kecamatan Durenan yang sudah merantau selama 9 tahun di Kutaikartanegara Kalimantan Timur mengatakan memang mengurungkan niatnya untuk mudik guna mengikuti anjuran dan aturan Pemerintah karena peduli.

Suhardi juga mengaku telah menerima bantuan senilai 600 ribu dari pemerintah untuk bulan April, ia juga mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat bermanfaat. 

"Terimakasih saya ucapkan kepada Pemkab Trenggalek yang sudah memberikan kepedulian kepada kami yang ada di perantauan," kata Suhardi dalam Vidcon tersebut.  

Menurut Suhardi, dengan dirinya mentaati aturan Pemerintah, maka kemarin juga ikut mendaftar di form Perantau. Jadi ini bukan tentang melihat berapa jumlah nominal bantuan, tapi juga karena adanya kepedulian.

Ungkapan senada disampaikan Andik, perantau asal Kecamatan Suruh yang saat ini merantau di Jakarta Timur. Dirinya juga mengaku sangat terbantu adanya bantuan Rp 600 ribu yang diberikan Pemerintah.

"Bantuan tersebut saya gunakan untuk membayar biaya kontrakan tempat tinggalnya senilai 600 ribu," ungkap Andik.


Kontributor : Rudi Yuni
Editor : Aji Susanto
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar