default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Tuntut Cabut Ijin Tambang, Warga Banyuwangi Nekat 'Ngontel' Temui Jokowi ke Istana

Tuntut Cabut Ijin Tambang, Warga Banyuwangi Nekat 'Ngontel' Temui Jokowi ke Istana
Peristiwa Daerah
Warga Banyuwangi saat tiba di Tuban, dan akan melanjutkan perjalanannya menuju Istana Negara Jakarta
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Sebanyak 37 warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, nekat mengayuh sepeda "Ngontel" bareng menuju Istana Negara Jakarta Pusat, untuk menemui Presiden Joko Widodo.

Tujuan mereka tak lain ialah untuk mencari keadilan kepada pemerintah daerah maupun pusat agar mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) Emas oleh PT. Bumi Sukses Indo dan PT. Damai Sukses Indo. Karena adanya tambang emas yang beroperasi di wilayah tersebut berdampak buruk bagi masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kami berangkat ke Jakarta untuk mencari keadilan kepada Pak Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Suparti (35). Saat melintasi Jalan Raya Surabaya-Semarang, Kecamatan Semanding, Tuban, Kamis (20/02/2020).

Sebelum tiba di Kabupaten Tuban, puluhan warga Banyuwangi tersebut sempat menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Surabaya. Namun pada saat itu gubernur tidak bisa menemui mereka, lantaran ada kegiatan di luar daerah. Mereka pun akhirnya ditemui oleh Kepala Dinas ESDM Jatim, Setiajit. Akan tetapi solusi yang ditawarkan tidak sejalan dengan permintaan warga.

 "Tidak ada solusi yang tepat, bahkan Ibu Gubernur Khofifah saja tidak menemui kami, ketika masyarakat Sumberagung mengadukan nasibnya," ungkapnya.

Berbekal seadanya, disertai dengan kondisi di Bumi Wali yang saat itu hujan deras, puluhan warga Banyuwangi itupun tetap nekat dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Istana Negara Jakarta.

Sejak keberadaan tambang emas itu, wilayah disekitar pemukiman warga menjadi hancur. Apalagi lokasi eksploitasi saat ini juga merupakan tempat berlindung bagi masyarakat sekitar dari ancaman gelombang tsunami.

"Kami tidak tahu selanjutnya harus berlindung kemana ketika nanti ada musibah tsunami, karena beberapa tahun yang lalu saat terjadi tsunami, masyarakat dapat selamat karena berhasil menyelamatkan diri dengan berlindung ke lokasi yang saat ini dijadikan pertambangan," pungkasnya.


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar