Tukang Pangkas Rambut di Situbondo Bunuh Diri di Tempat Kerja

Tukang Pangkas Rambut di Situbondo Bunuh Diri di Tempat Kerja
Peristiwa Daerah
Petugas saat memeriksa jenazah korban.

Pria Tukang Cukur di Situbondo, Ditemukan Tewas Gantung Diri

SITUBONDO - Sampurno alias Abdul Hadi (55), seorang tukang potong rambut mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mayat pria warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, ditemukan di tempat pangkas rambut Arjuna miliknya, Rabu (19/2/2020).

Data yang diperoleh suaraindonesia.co.id, berdasarkan keterangan saksi, Siti Nursyafa'ah (23) anak kandung korban, sekitar pukul 23.00 WIB  malam Rabu, sepulang kerja langsung pulang ke rumahnya. Dia mendapati  bapaknya tidak ada di rumah. Selanjutnya Siti langsung menuju ketempat pangkas rambut milik bapaknya yang tak jauh dari rumahnya.

Tempat pangkas rambut tempat bapak bekerja yang berjarak 100 meter dari rumahnya itu dalam keadaan tertutup dan terkunci, namun lampu masih dalam keadaan menyala.

"Saya panggil panggil dan mengucap salam berulang kali namun tidak ada jawaban. Karena tidak menjawab, akhirnya saya meminjam gunting di warung sebelah, kemudian saya congkel pintunya dengan gunting. Setelah terbuka dan membuka tirai tersebut, saya melihat bapak sudah dalam posisi menggantung terikat tali tampar yang terikat di kayu atap ruang tempat potong rambut dalam keadaan sudah tidak bernyawa," jelasnya. 

Setelah melihat korban menggatung dalam keaadaan tidak bernyawa, spontan Siti berteriak minta tolong.

Kades Sumberejo Izzul Kholid yang mendengar teriakan tersebut, bersama warga sekitar segera mendatangi lokasi.

"Segera kami laporkan kejadian tersebut ke Polsek Banyuputih," kata Kades Sumberejo.

Mendapat laporan tersebut Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto bersama anggota langsung menuju TKP.

Kapolsek Banyuputih membenarkan kejadian itu. Pihaknya bersama anggota dan petugas medis puskesmas setempat langsung melakukan pemeriksaan, olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

"Anggota polsek langsung menurunkan korban yang menggantung, kemudian petugas medis melakukan pemeriksaan luar jenazah korban," ucapnya. 

Dari kejadian tersebut pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 meter tali tampar berwarna hijau. Lalu dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Keluarga korban menerima  kejadian ini dengan menyerahkan surat pernyataan bermaterai dan diketahui kepala desa. Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

 


Kontributor : Sarwo Edy
Editor : Irwan Rakhday
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar