Polisi Kejar Bis Pariwisata Terobos Lampu Merah di Situbondo  

Polisi Kejar Bis Pariwisata Terobos Lampu Merah di Situbondo  
Peristiwa Daerah
Kapolsek Iptu Achmad Sulaiman saat menindak penerobos lampu merah.

SITUBONDO - Untuk meminimalisir angka kecelakaan dan kebiasaan melanggar lampu merah yang masih banyak dan sering terlihat di Jalan Raya Asembagus, Situbondo, Jawa Timur,  polisi mengejar dan menindak tegas bis pariwisata pelanggar lalu lintas, Jumat (14/2/2020). 

Seperti yang dilakukan salah satu Bis Pariwisata A 7545 ZA yang dikemudikan Rudy Purwo Wiyanto (34) warga Ketintang, Gayungan, Surabaya, dirinya kepergok menerobos lampu merah di pertigaan pasar kampung Jalan Raya Asembagus. Mobil baru berhenti setelah dikejar dan distop polisi.

Petugas yang mengetahui hal itu, langsung mengejar dan menghentikan bis tersebut dan memeriksa pengemudi serta kelengkapan seperti SIM, STNK dan Buku KIR.

"Selain memeriksa kelengkapan surat kendaraan, kami juga memeriksa spintas kondisi fisik pengemudi, apa dalam keadaan pengaruh minuman alkohol atau narkoba, namun hasilnya nihil," ucap Kapolsek Asembagus Iptu Achmad Sulaiman. 

Kapolsek  juga menghimbau agar  pengguna jalan tidak nekat menerobos traffic light (lampu merah) saat lampu menyala merah. Karena sikap pengendara itu bisa menyebabkan kecelakaan, merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Teguran ini agar semua pengguna jalan mentaati UU LLAJR demi menjaga keselamatan jiwa sesama, mengingat di sepanjang jalur pantura ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas, akibat dari ketidakpatuhan pengguna jalan dan mengakibatkan korban jiwa," tegasnya.

Dia menambahkan, dari kenekatan pengemudi bis yang menerobos lampu merah, pihaknya memberi teguran dan menghubungi pengelola perusahaan otobus tersebut.

"Selain memberi teguran dan peringatan kami langsung, melaporkan dan menghubungi pengelola perusahaan otobus tersebut melalui telpon," imbuhnya.

Pengemudi diduga tidak menaati rambu-rambu lalu lintas disebabkan dua faktor, imbuh kapolsek, yang pertama, karena tergesa-gesa dan yang kedua, kebiasaan melanggar peraturan, harapan kami harus bisa menghilangkan kebiasaan itu.(*)


Kontributor : Sarwo Edy
Editor : Irwan Rakhday
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar