default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Siapkan 100,9 Miliar, BLK Tuban Songsong Industrialisasi 4.0

Siapkan 100,9 Miliar, BLK Tuban Songsong Industrialisasi 4.0
Ekonomi
Setiajit saat melihat para pelajar sedang praktek mengelas di BLK Tuban
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajit melakukan kunjungan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban. Hal ini dilakukan untuk melihat kesiapan Pemuda Milenial Tuban dalam menyongsong industrialisasi 4.0. Kamis, (13/02/2020).

Dalam kunjungannya, Setiajit mengatakan bahwa, Kabupaten Tuban akan menjadi industri besar, apalagi dengan akan dibangunnya Kilang Minyak Pertamina Rosneft di Kecamatan Jenu yang bakal menyerap banyak tenaga kerja. Yakni antara 15 ribu hingga 20 ribu orang.

"Presiden Jokowi menghendaki agar instituting business di Indonesia ini harus lebih cepat, termasuk persiapan investasi dan sumber daya manusianya," jelas Setiajit sambil memberikan arahan dan masukan kepada pelajar yang saat itu sedang mengikuti praktek di BLK Tuban.

Bakal Calon Bupati Tuban itu menjelaskan, pada tahun 2019 lalu, BLK Tuban telah mencetak sebanyak 271 orang tenaga kerja dari berbagai ketrampilan, dan langsung dipakai oleh Pertamina. Mengingat kebutuhan tenaga kerja di Tuban kian tahun akan semakin meningkat, maka pemerintah juga harus menyiapkan dan menambah lagi beberapa paket ketrampilan kerja.

Pemerintah Pusat sendiri telah menyiapkan beberapa paket pelatihan kerja. Misalnya, dari APBN ada 39 paket, APBD Provinsi ada 18 paket, serta seluruh BLK se Jawa Timur akan mempersiapkan dan mencetak tenaga kerja profesional siap pakai di investasi industri yang ada di Kabupaten Tuban.

"Kalau kita lihat, angkatan kerja kita masih didominasi oleh pendidik rendah, akan tetapi warga Tuban juga tidak boleh hanya menjadi penonton. Maka shortcat yang paling cepat adalah pelatihan vokasi seperti di BLK ini," jelas pria kelahiran Kecamatan Merakurak.

Untuk menunjang kebutuhan peralatan BLK Tuban yang dirasa masih sangat kurang ini, pemerintah melalui APBN akan menganggarkan sebesar Rp100,9 miliar untuk gedung workshop, gedung asrama, serta pengadaan alat-alat lainnya. Bahkan Kementrian Ketenagakerjaan juga akan ikut membantu sejumlah alat, seperti CNC, dan Welding.

"Banyak peralatan di BLK ini yang masih sangat kurang. Selain pemerintah, Pertamina-GRR juga akan membantu sejumlah peralatan, karena mereka yang akan menggunakan tenaga kerja lokal itu," paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT BLK Tuban, Siswanto mengaku bahwa, BLK Tuban telah menghasilkan 271 orang tenaga terampil siap kerja pada 2019 lalu, dan langsung diterima kerja di Pertamina. Masing-masing menjadi Satpam sebanyak 31 orang, HSE K3 sebanyak 10 orang, dan sisanya sebagai K3 dasar.

"Sebanyak 271 orang tenaga kerja itu ikut pelatihan di BLK sini, begitu lulus langsung diterima kerja di Pertamina," ungkap Siswanto.

Adapun ketrampilan yang telah diberikan untuk membekali skill warga. Di antaranya adalah Welding, Plumping atau Pemipaan, dan sebagainya. Juga Overhead dan pengelasan di bawah laut.

Untuk menunjang berbagai ketrampilan dan mengasah skill warga agar lebih maju lagi, serta revitalisasi gedung, BLK Tuban bakal menerima bantuan dari pemerintah.

"Kita punya program ketrampilan dan segera dilengkapi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan untuk proyek kilang Tuban," pungkasnya.


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar