default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Lagi-lagi Tanggul Bengawan Solo Tuban Ambles. Bupati Minta Penanganan Lebih Serius

Lagi-lagi Tanggul Bengawan Solo Tuban Ambles. Bupati Minta Penanganan Lebih Serius
Peristiwa Daerah
Bupati Tuban, Fathul Huda didampingi Dandim 0811 saat tinjau tanggul Bengawan solo yang kembali ambles
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Bupati Tuban kembali melakukan inspeksi mendadak di lokasi tanggul bengawan solo di Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang lagi-lagi mengalami longsor.

Dalam kunjungannya, Bupati Tuban, Fathul Huda didampingi Dandim 0811, Letkol Inf. Vilialla Romadhon tersebut meminta agar peran serta masyarakat untuk ikut andil dalam mengantisipasi kerusakan tanggul, supaya tidak makin serius.

Bupati Tuban, Fathul Huda mengungkapkan, tindakan tercepat untuk mengantisipasi agar kerusakan tanggul tidak semakin parah dan segera dibenahi adalah dengan mengurug tanggul. Dan hal ini harus, petugas harus bekerjasama dengan masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Beberapa waktu lalu, Bupati telah mengajukan surat tanggap darurat untuk pembangunan tanggul yang sifatnya semi permanen, akan tetapi jika melihat kondisi kerusakan tanggul saat ini, maka pihaknya akan kembali mengirim surat susulan agar pembangunan semi permanen lebih dipercepat.

"Tadi kita komunikasikan, jika ada keterlambatan sampai 15 hari, maka akan membuat panik warga. Jangan sampai hal ini mengganggu psikologi masyarakat," pinta Bupati Huda saat meninjau tanggul ambles. Jumat, (07/02/2020).

Untuk itu, orang nomor satu si Kabupaten Tuban ini meminta agar pihak-pihak terkait segera ambil sikap untuk menangani titik kerusakan tanggul Bengawan solo ini, terutama mengurug dan menimbun tanggul dengan tanah. Karena jika tanggul ini sampai jebol, maka seluas 12.300 hektar lahan pertanian warga Plumpang akan terendam, belum lagi di Kecamatan Widang dan Rengel.

Tidak hanya itu, selain meminta agar masyarakat tetap waspada, Bupati juga berharap kepada warga, perangkat desa, maupun pihak Kecamatan untuk segera melaporkan apabila ada perkembangan terkait tanggul, baik kembali mengalami penurunan maupun longsor.

"Saya minta masyarakat, pemerintah desa maupun kecamatan harus proaktif, kalau ada gerakan agar segera dikomunikasikan dengan pemerintah, agar dapat cepat ditangani secara serius," harap Bupati.

Sementara itu, Pejabat Pengambil Komitmen, Operasional dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (PPK OP SDA) 4 BBWS Bojonegoro, Antonius Suryono mengaku bahwa pihaknya masih fokus melakukan perbaikan tanggul yang saat ini kembali mengalami penurunan, yakni dengan cara menimbun tanggul dengan tanah dan memasang sandback di bagian belakang tanggul.

Target penyelesaian tanggul semi permanen ini juga masih dalam proses penyelidikan tanah terlebih dahulu, kemudian ditentukan jenis kontruksi yang cocok untuk pengamanan tanggul ini. Dan diperkirakan dalam satu hingga dua bulan baru selesai.

"Kita harus ada analisa terlebih dahulu, baru kira design, kemudian diaplikasikan di lapangan. Kita berharap tidak lebih dari satu dua bulan penanganan ini harus sudah jalan," tutupnya.


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar