default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Pasca Laka Tambang, DLH Tuban: Harusnya Polisi Tindak Tegas Tambang Ilegal

Pasca Laka Tambang, DLH Tuban: Harusnya Polisi Tindak Tegas Tambang Ilegal
Peristiwa Daerah
Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan didampingi Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto dan Babinsa saat melihat bangkai alat berat yang jatuh di tambang kapur
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

TUBAN - Pasca tewasnya operator alat berat jenis breaker di tambang kapur, Desa Pakis, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban (25/01) lalu, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Tuban melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi tambang kapur desa setempat.

Dalam sidak itu, Kepala DLH Tuban, Bambang Irawan didampingi Kasatpol PP Tuban, Heri Muharwanto mengaku geram, dengan ulah penambang batu kapur ilegal yang tidak mentaati peraturan, bahkan mengabaikan keselamatan jiwa mereka.

Meski pertambangan merupakan kewenangan pihak Provinsi, akan tetapi sesuai dengan Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Bupati Tuban bahwa, kerusakan lingkungan juga merupakan tanggung jawab daerah.

"Kalau perijinan dan pengawasan, oke lah itu kewenangan Provinsi. Tapi kami juga memiliki kewajiban di ijin lingkungan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pertambangan," terang Bambang dilokasi tambang, Senin, (27/01/2020)

Dari beberapa titik aktivitas pertambangan disektar lokasi tersebut, ada 2 lokasi tambang yang tidak memiliki ijin, atau ijinnya sudah kadaluarsa, yakni milik Munarto dan Sri Waningsih.

Jika ditemukan tambang ilegal seperti ini, apalagi kondisi pertambangan sudah sangat memprihatikan, seharusnya pihak Kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bertindak tegas kepada pelaku pertambangan.

"Kami tidak bisa berbuat banyak di Kabupaten, karena sesuai pelimpahan kewenangannya ada di provinsi. Baik Satpol-PP maupun SDM provinsi. Tapi tetap akan kami laporkan semua kegiatan ilegal yang ada di Bumi Wali," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang operator alat berat jenis breaker yang bernama Ghofur, warga Kabupaten Mojokerto meregang nyawa, akibat batu kapur yang ia tambang mengalami longsor. Sehingga alat berat beserta korban jatuh kebawah, dan korban terjebit di kabin alat berat yang ia kemudikan.

Sedangkan hingga saat ini, bangkai alat breaker masih terbengkalai dilokasi tambang, beserta bongkahan batu besar yang longsor beberapa waktu lalu.

Simak video berikut:


Kontributor : Achmad Junaidi
Editor : Imam Hairon
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar